Jangan Takut dan Berani

Jangan Takut dan Berani"TAKUT" merupakan sifat yang selalu ada di dalam diri setiap manusia. Perasaan takut ini dapat menjadi baik atau buruk tergantung kita, sebagai manusia, memahami rasa takut itu. Rasa takut merupakan karunia dari Tuhan yang harus kita syukuri.

Rasa takut yang terdapat dalam diri kita jangan sampai menguasai kita sehingga kita menjadi manusia yang lemah dan tidak produktif. Ada suatu kisah nyata yang dapat menjadi pelajaran bagi teman-teman semua.

Inilah Kisah Nyataku :


Pada saat di SMU, saya diamanahkan menjadi ketua ekskul pencak silat, Ketua Bidang IV MPK dan Ketua Seksi Kemusholaan ROHIS. Pada awalnya, amanah itu diemban dengan baik walaupun tidak terlalu banyak perubahan yang aku bawa. Namun, ketika mendekati akhir kepengurusan, rasa takutku muncul. Hal ini menyebabkan perasaan yang melemahkan diri timbul, seperti malu, rendah diri, dan tidak bertanggung jawab.

Hal ini menyebabkan kepengurusan yang aku tinggalkan memberikan kesan buruk. Pergantian ketua ekskul pencak silat, aku tidak menghadirinya karena merasa takut. Takut dimarahin, takut dicemooh, takut dihina, dan pikiran2 negatif lainnya. Akhirnya aku merasa ditinggalkan, kesepian, menyendiri. Pada saat itu, aku lari dari tanggung jawab.

Setelah peristiwa di SMU yang sangat tidak enak, akhirnya saya lulus SPMB untuk masuk Universitas Lampung. Di masa-masa kuliah ini, awalnya berjalan baik sebelum aku mengenal Playstation dan masuk organisasi. Sifat yang berasal dari SMU, takut dan lari dari tanggung jawab muncul kembali. Aku tidak kuliah selama 1 semester akibat bermain Playstation, mulai dari pagi sampai malam, dari malam sampai pagi. Tidak menghiraukan tanggung jawab yang dipikul, yaitu kuliah agar menjadi sarjana.

Sebenarnya aku beruntung, dapat masuk organisasi di kampusku. Aku pernah jadi anggota Bidang 2 BEM Fakultas Pertanian dan anggota Bidang IV Himpunan Mahasiswa Jurusan. Seperti pada saat di SMU, awalnya berjalan baik, namun kemudian ketika lambat dalam penyelesaian tugas yang diberikan organisasi, aku menjadi takut, malu, rendah diri dan akhirnya lari dari tanggung jawab lagi. Aku kemudian mengundurkan diri di kedua organisasi tersebut.

Tidak hanya sampai disitu, rasa takut pun akhirnya merambat ke tugas akhir skripsiku. Aku ganti judul skripsi 2 kali akibat tidak dilaksanakannya penelitianku. Sifat takut dan rendah diri serta malu terhadap dosen, mahasiswa yang lebih muda, dan orang2 lingkungan kampus membuatku terseok-seok menyelesaikan skripsi.

Sekarang, bulan Oktober ini atau awal Nopember, aku berusaha bisa kompre (Ujian Skripsi) agar aku dapat diwisuda pada bulan Desember 2010. Yah, walaupun penyakit psikisku belum sembuh, aku berusaha untuk memperbaiki sifat yang berasal dari masa laluku agar dapat menjadi orang sukses.

Aku masuk ke universitas pada tahun 2003...... dan pada tahun 2010 ini, Insyaallah lulus dan mendapat gelar sarjana.

Itulah teman2, sekelumit kisahku yang semoga dapat menjadi pelajaran bagi saya dan teman2 sekalian. Sesungguhnya perasaan takut yang berlebihan sangat merugikan bagi perkembangan diri kita. Kita ingin kesana, Takut. Kita ingin kesini, Takut. Jadi kita hanya diam. Sungguh sangat menyedihkan. Oleh karena itu teman, karena aku mengalami sendiri seperti itu, alangkah baiknya teman-teman jangan seperti itu. Tidak enak menjadi orang penakut.......

“The more you praise and celebrate your life, the more there is in life to celebrate” — Oprah Winfrey


Sumber Foto : www.supersoccer.co.id

Tertarik dengan Internet Marketing & Make Money from Internet. Insyaallah memiliki penghasilan minimal $3000/bulan dari Masnamedia Network™ pada tahun 2016.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 Komentar:

Komentar
16 Desember 2010 11.37 delete

setuju dengan pendapat jangan takut....!!!!
jangan lari dari kenyataan...
tidak ada manusia yang sempurna....
setiap orang pasti punya kelemahan..tapi hal itu bukan untuk ditutupi..kelemahan itulah yang harus terus diperbaiki agar bisa menjadi orang yang lebih baik lagi di masa mendatang....
hari ini adalah kenyataan yang akan menentukan masa depan kita..

Reply
avatar

Kewirausahaan
Travel